Berlian Dignity
Sekolah Keluarga Komplementer

SEKUTER

SEKUTER (Sekolah Keluarga Komplementer) merupakan sebuah komunitas berbasis pemberdayaan keluarga yang dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh. Komunitas ini berfokus pada penguatan peran keluarga sebagai unit terkecil namun paling fundamental dalam membentuk kesehatan, kesejahteraan, dan ketahanan sosial masyarakat.

Profil Komunitas

SEKUTER

SEKUTER (Sekolah Keluarga Komplementer) merupakan sebuah komunitas berbasis pemberdayaan keluarga yang dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh. Komunitas ini berfokus pada penguatan peran keluarga sebagai unit terkecil namun paling fundamental dalam membentuk kesehatan, kesejahteraan, dan ketahanan sosial masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, preventif, dan promotif, SEKUTER tidak hanya hadir sebagai wadah penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana transformasi perilaku dan penguatan kapasitas keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dalam implementasinya, SEKUTER mengusung pendekatan komplementer yang mengintegrasikan aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual secara seimbang. Pendekatan ini menekankan bahwa kesehatan tidak hanya diukur dari ketiadaan penyakit, tetapi juga dari kemampuan individu dan keluarga dalam mengelola stres, membangun relasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, program-program yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada aspek medis atau kuratif, tetapi juga pada upaya pencegahan (preventif) dan peningkatan derajat kesehatan (promotif) melalui intervensi yang sederhana, aplikatif, dan berbasis kebutuhan nyata keluarga.

SEKUTER menempatkan keluarga sebagai subjek utama, bukan sekadar objek intervensi. Setiap keluarga didorong untuk aktif belajar, berbagi pengalaman, dan saling mendukung sehingga terbentuk komunitas yang kuat serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Pendekatan ini menekankan pemberdayaan, kemandirian, partisipasi aktif, dan keberlanjutan program.

Melalui edukasi kesehatan keluarga, pelatihan keterampilan komplementer seperti relaksasi, pijat keluarga, dan pemanfaatan tanaman obat, serta pendampingan keluarga berkebutuhan khusus, SEKUTER menghadirkan solusi yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan, akademisi, dan institusi terkait juga memastikan setiap program berbasis ilmiah dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan holistik dan berkelanjutan, SEKUTER diharapkan menjadi model komunitas keluarga yang adaptif, inovatif, mandiri, dan resilien, sehingga keluarga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama menuju masyarakat yang sehat, harmonis, dan berdaya.

Filosofi & Landasan Gerakan

Keluarga Sebagai “Sekolah Pertama dan Utama”

Keluarga merupakan “sekolah pertama dan utama” bagi setiap individu, tempat di mana nilai, perilaku, dan pola kehidupan pertama kali dibentuk. Dalam lingkungan keluarga, seseorang belajar tentang kesehatan, cara berinteraksi, pengelolaan emosi, hingga pengambilan keputusan yang akan memengaruhi kualitas hidupnya di masa depan. Oleh karena itu, keberdayaan keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Berangkat dari pemahaman tersebut, SEKUTER (Sekolah Keluarga Komplementer) hadir sebagai sebuah inisiatif yang berupaya menguatkan kembali peran strategis keluarga, tidak hanya sebagai unit sosial, tetapi juga sebagai pusat kesehatan dan pendidikan yang aktif. SEKUTER memandang bahwa keluarga memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif, asalkan dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, serta dukungan yang memadai. Dengan demikian, keluarga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada layanan kesehatan formal, tetapi mampu melakukan upaya mandiri dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup anggotanya.

Dalam implementasinya, SEKUTER mengintegrasikan pendekatan medis dengan pendekatan komplementer yang bersifat holistik. Pendekatan medis tetap menjadi dasar dalam penanganan kesehatan, namun diperkaya dengan intervensi non-farmakologi seperti pengelolaan gaya hidup sehat, teknik relaksasi, dukungan psikososial, serta pemanfaatan sumber daya lokal seperti tanaman obat keluarga. Integrasi ini bertujuan untuk memberikan solusi yang lebih menyeluruh, tidak hanya mengatasi gejala penyakit, tetapi juga menyentuh akar permasalahan yang berkaitan dengan pola hidup, lingkungan, dan kondisi psikologis keluarga.

Selain itu, SEKUTER menekankan pentingnya kemandirian keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik yang bersifat kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Kemandirian ini dibangun melalui proses edukasi yang partisipatif, pendampingan yang berkelanjutan, serta penguatan jejaring dukungan antar keluarga dalam komunitas. Dengan adanya proses ini, keluarga didorong untuk tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi pelaku aktif yang mampu mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan berbagi pengalaman dengan keluarga lainnya.

Lebih jauh lagi, filosofi SEKUTER juga mengandung semangat kolaborasi dan keberlanjutan. Keluarga tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem komunitas yang saling mendukung dan memperkuat. Dalam konteks ini, setiap keluarga berpotensi menjadi agen perubahan (agent of change) yang dapat menularkan praktik-praktik baik kepada lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, dampak dari program SEKUTER tidak hanya dirasakan pada tingkat individu atau keluarga, tetapi juga meluas hingga ke tingkat masyarakat secara keseluruhan.

Melalui filosofi ini, SEKUTER diharapkan mampu membangun paradigma baru bahwa keluarga adalah pusat pembelajaran sepanjang hayat yang memiliki peran krusial dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Pendekatan yang holistik, integratif, dan berbasis pemberdayaan menjadi kunci utama dalam mewujudkan keluarga yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan berkontribusi secara positif dalam kehidupan sosial.

SEKUTER hadir untuk:

01

Menguatkan peran keluarga sebagai pusat kesehatan & pendidikan

02

Mengintegrasikan pendekatan medis + komplementer (non-farmakologi, lifestyle, psikososial)

03

Mendorong kemandirian keluarga dalam menghadapi masalah kehidupan

Visi dan Misi

Visi SEKUTER

“Terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan berdaya melalui pendekatan komplementer berbasis komunitas.”

5 Misi Utama

  • 1Memberikan edukasi keluarga berbasis evidence dan kearifan lokal
  • 2Meningkatkan keterampilan praktis keluarga dalam menjaga kesehatan
  • 3Membentuk jejaring dukungan sosial antar keluarga
  • 4Mengembangkan intervensi komplementer berbasis komunitas
  • 5Mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis kesehatan
Pilar Program SEKUTER

6 Pilar Program Unggulan

SEKUTER EDUCARE
Edukasi Keluarga
PILAR 01

SEKUTER EDUCARE

Metode:

  • ✓Workshop bulanan
  • ✓Webinar
  • ✓Modul belajar mandiri
PILAR 01 • Fokus: Peningkatan Pengetahuan

SEKUTER EDUCARE

Edukasi Keluarga

SEKUTER EDUCARE merupakan pilar utama dalam program SEKUTER yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas keluarga sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang sehat, harmonis, dan berkualitas. Pilar ini didesain sebagai ruang pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan, di mana setiap anggota keluarga—dari orang tua, anak, remaja, hingga lansia—memiliki kesempatan untuk memperoleh edukasi yang sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhannya.

Dalam konteks pemberdayaan, peningkatan pengetahuan menjadi langkah awal yang sangat krusial. SEKUTER memandang bahwa banyak permasalahan dalam keluarga, baik yang berkaitan dengan kesehatan, pola asuh, maupun relasi sosial, berakar pada keterbatasan pemahaman dan akses terhadap informasi yang benar. Oleh karena itu, SEKUTER EDUCARE hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghadirkan materi edukasi yang berbasis ilmu pengetahuan, praktis, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program:

Kelas Orang Tua Cerdas

Parenting berbasis psikologi & kesehatan

Kelas Ibu Sehat

Kehamilan, menyusui, kesehatan reproduksi

Kelas Ayah Siaga

Peran ayah dalam keluarga

Kelas Remaja Berdaya

Mental health, pubertas, relasi sosial

Kelas Perempuan Produktif Sadar Kesehatan

Olahan Sehat, Antisipasi Penyakit, Apotek Hidup

Sekolah Lansia Bahagia

SEKUTER HEALING
Kesehatan Komplementer
PILAR 02

SEKUTER HEALING

PILAR 02 • Fokus: Pendekatan Non-Farmakologi & Preventif

SEKUTER HEALING

Kesehatan Komplementer

SEKUTER HEALING merupakan salah satu pilar penting dalam program SEKUTER yang berfokus pada penerapan pendekatan kesehatan komplementer berbasis non-farmakologi dan preventif. Pilar ini dikembangkan sebagai upaya untuk memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan secara mandiri melalui metode-metode alami, sederhana, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. SEKUTER memandang bahwa kesehatan tidak hanya bergantung pada intervensi medis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola hidup, kondisi psikologis, serta kebiasaan yang dibangun dalam lingkungan keluarga.

Pendekatan komplementer dalam SEKUTER HEALING tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis, melainkan sebagai pelengkap (complementary) yang dapat meningkatkan efektivitas upaya promotif dan preventif. Dengan mengintegrasikan praktik-praktik kesehatan berbasis evidence dan kearifan lokal, keluarga didorong untuk lebih mengenal tubuhnya, memahami sinyal-sinyal kesehatan, serta mampu melakukan penanganan awal terhadap keluhan ringan secara mandiri.

Program:

Pelatihan pijat bayi & keluarga

Terapi relaksasi

Napas dalam, mindfulness

Senam keluarga / yoga keluarga

Herbal keluarga

TOGA

Manajemen stres keluarga

Akupuntur

Akupressure

SEKUTER SUPPORT SYSTEM
Dukungan Sosial
PILAR 03

SEKUTER SUPPORT SYSTEM

PILAR 03 • Fokus: Dukungan Sosial & Emosional

SEKUTER SUPPORT SYSTEM

SEKUTER SUPPORT SYSTEM merupakan pilar yang berfokus pada penguatan dukungan sosial dan emosional dalam keluarga sebagai bagian penting dari upaya peningkatan kualitas hidup secara holistik. Pilar ini didasarkan pada pemahaman bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesejahteraan psikologis dan kualitas hubungan sosial dalam keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Banyak permasalahan kesehatan dan sosial yang muncul bukan semata-mata karena kurangnya pengetahuan, tetapi juga karena minimnya dukungan emosional dan ruang aman untuk berbagi.

Melalui SEKUTER SUPPORT SYSTEM, komunitas dihadirkan sebagai ekosistem yang suportif, di mana setiap anggota keluarga dapat saling terhubung, berbagi pengalaman, serta memberikan dan menerima dukungan. Pendekatan ini menempatkan komunitas sebagai “ruang aman” (safe space) yang memungkinkan individu untuk mengekspresikan perasaan, menghadapi tantangan hidup, dan menemukan solusi bersama tanpa adanya stigma atau penilaian.

Program:

Kelompok dukungan ibu

Breastfeeding support group

Support group keluarga dengan penyakit kronis

DM, TB, stroke

Konseling keluarga

Kolaborasi tenaga kesehatan/psikolog

“Teman Cerita SEKUTER”

Peer support

SEKUTER AKSI
Pengabdian Masyarakat
PILAR 04

SEKUTER AKSI

PILAR 04 • Fokus: Aksi Nyata di Masyarakat

SEKUTER AKSI

Pengabdian & Intervensi

SEKUTER AKSI merupakan pilar yang menitikberatkan pada implementasi nyata dari seluruh proses edukasi dan pemberdayaan yang telah dilakukan dalam komunitas. Pilar ini berfokus pada aksi langsung di masyarakat sebagai bentuk pengabdian yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. SEKUTER memandang bahwa pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki keluarga perlu diterjemahkan dalam tindakan konkret agar mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui SEKUTER AKSI, keluarga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif sebagai pelaku perubahan di lingkungannya. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pemberdayaan masyarakat, di mana intervensi tidak bersifat top-down, melainkan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah hingga pelaksanaan solusi. Dengan demikian, program yang dijalankan menjadi lebih kontekstual, relevan, dan berkelanjutan.

Program:

Home visit keluarga risiko tinggi

Pendampingan keluarga dengan TB/stunting

Pos edukasi keluarga di masyarakat

Kampanye kesehatan keluarga

PHBS, gizi, dll

SEKUTER EKONOMI
Pemberdayaan Ekonomi
PILAR 05

SEKUTER EKONOMI

PILAR 05 • Fokus: Kemandirian Ekonomi Berbasis Kesehatan

SEKUTER EKONOMI

Family Empowerment

SEKUTER EKONOMI merupakan pilar yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi keluarga melalui pendekatan berbasis kesehatan. Pilar ini dibangun atas pemahaman bahwa kesejahteraan ekonomi memiliki keterkaitan yang erat dengan kualitas kesehatan keluarga. Keluarga yang memiliki stabilitas ekonomi cenderung lebih mampu memenuhi kebutuhan gizi, mengakses layanan kesehatan, serta menciptakan lingkungan hidup yang sehat. Sebaliknya, keterbatasan ekonomi sering kali menjadi salah satu faktor risiko munculnya berbagai permasalahan kesehatan. Oleh karena itu, SEKUTER EKONOMI hadir sebagai upaya strategis untuk mengintegrasikan aspek kesehatan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pendekatan yang digunakan dalam pilar ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada penciptaan usaha yang sehat, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Keluarga didorong untuk memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh dari program edukasi dan kesehatan komplementer sebagai peluang ekonomi produktif. Dengan demikian, kegiatan ekonomi yang dikembangkan tidak hanya memberikan nilai finansial, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan keluarga dan masyarakat.

Program:

Pelatihan produk herbal keluarga

Pelatihan makanan sehat bernilai jual

UMKM keluarga sehat

Koperasi kecil komunitas

Pelatihan Kerajinan tangan bagi Perempuan

Pelatihan Pembuatan Empon empon untuk Obat Tradisional

Jamu

SEKUTER DIGITAL
Inovasi Digital
PILAR 06

SEKUTER DIGITAL

PILAR 06 • Fokus: Perluasan Dampak

SEKUTER DIGITAL

SEKUTER DIGITAL merupakan pilar strategis yang berfokus pada perluasan jangkauan dan dampak program melalui pemanfaatan teknologi dan platform digital. Dalam era transformasi digital, akses terhadap informasi dan layanan tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Oleh karena itu, SEKUTER memanfaatkan media digital sebagai sarana untuk memperluas distribusi pengetahuan, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta memastikan keberlanjutan program secara lebih efektif dan efisien.

Pilar ini dikembangkan dengan tujuan agar nilai-nilai dan program SEKUTER tidak hanya dirasakan oleh komunitas terbatas, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan pendekatan digital, edukasi keluarga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap kegiatan tatap muka. Selain itu, platform digital juga memungkinkan penyampaian informasi yang lebih fleksibel, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.

Program:

Konten edukasi

IG, TikTok, YouTube

Kelas online

E-modul keluarga

Telekonsultasi sederhana

Video Edukasi yang menarik dan informatif

Model Pendekatan Keluarga

Tahapan Pendekatan SEKUTER

Pendekatan yang digunakan dalam SEKUTER mengacu pada integrasi konsep Family-Centered Care dan Community Empowerment, yang menempatkan keluarga sebagai pusat utama dalam setiap proses intervensi, sekaligus mendorong keterlibatan aktif komunitas sebagai sistem pendukung.

01

Assessment Keluarga

Proses identifikasi kondisi awal keluarga secara menyeluruh. Assessment ini mencakup kondisi kesehatan anggota keluarga, pola asuh yang diterapkan, serta lingkungan sosial yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Tahap ini menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan spesifik dan intervensi yang tepat bagi setiap keluarga, sehingga program yang diberikan bersifat kontekstual dan tidak seragam.

02

Edukasi Partisipatif

Edukasi tidak dilakukan secara satu arah seperti ceramah konvensional, melainkan melalui metode interaktif yang melibatkan pengalaman dan permasalahan nyata yang dihadapi keluarga. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis, berdiskusi, dan mencari solusi bersama. Hal ini terbukti lebih efektif dalam mendorong perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku.

03

Pendampingan

Dilakukan oleh kader atau relawan komunitas yang telah mendapatkan pelatihan. Pendampingan ini dapat dilakukan melalui kunjungan rumah (home visit) maupun dalam kelompok kecil, sehingga interaksi menjadi lebih intensif dan personal. Melalui proses ini, keluarga tidak merasa berjalan sendiri, tetapi mendapatkan dukungan berkelanjutan dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh.

04

Pemberdayaan

Keluarga didorong untuk menjadi lebih mandiri dan percaya diri dalam mengelola berbagai aspek kehidupannya. Pada tahap ini, keluarga tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi mulai bertransformasi menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada keluarga lain di sekitarnya. Proses ini menjadi kunci dalam menciptakan efek multiplier yang memperluas dampak program secara alami di masyarakat.

05

Evaluasi

Bertujuan untuk mengukur efektivitas program serta perubahan yang terjadi pada keluarga. Evaluasi dilakukan dengan melihat indikator seperti perubahan perilaku, peningkatan pengetahuan, serta perbaikan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan pengembangan program ke depan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, model pendekatan keluarga dalam SEKUTER dirancang untuk menciptakan proses perubahan yang tidak instan, tetapi bertahap dan berkelanjutan. Dengan menempatkan keluarga sebagai pusat dan komunitas sebagai penguat, pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan keluarga yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental, sosial, dan ekonomi, serta mampu berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.

Penerapan Model Komunitas

Referensi & Adaptasi Model

01

Posyandu (Indonesia)

Basis keluarga & masyarakat | Kader sebagai ujung tombak | Fokus preventif & promotif

Dalam penerapannya, SEKUTER mengadaptasi model Posyandu dengan membangun sistem kader komunitas yang menjadi penggerak utama di tingkat keluarga dan lingkungan. SEKUTER dapat bekerja sama dengan puskesmas, kelurahan/desa, dan kader Posyandu setempat untuk mengintegrasikan kegiatan yang sudah berjalan dengan program edukasi keluarga.

Secara aplikatif, kader SEKUTER dilatih untuk melakukan edukasi sederhana terkait gizi, kesehatan ibu dan anak, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan seperti penimbangan balita, penyuluhan, hingga monitoring kesehatan keluarga dapat dikembangkan menjadi “Pos Edukasi SEKUTER” yang lebih interaktif dan berbasis kebutuhan keluarga. Dengan pendekatan ini, kader tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga menjadi fasilitator perubahan perilaku di masyarakat.

02

PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)

Pendekatan 10 program pokok | Berbasis rumah tangga

SEKUTER dapat mengadopsi kekuatan struktur dan gerakan PKK yang sudah mapan di masyarakat dengan menjalin kerja sama dengan tim penggerak PKK di tingkat RT/RW hingga kelurahan. Implementasi dilakukan dengan menyelaraskan program SEKUTER ke dalam kegiatan PKK, seperti pertemuan rutin, dasawisma, dan kegiatan pemberdayaan keluarga.

Secara nyata, SEKUTER dapat menghadirkan kelas-kelas edukasi keluarga sebagai bagian dari agenda PKK, serta mendorong anggota PKK menjadi agen perubahan keluarga sehat. Program seperti pengelolaan gizi keluarga, ekonomi produktif, hingga pendidikan anak dapat dijalankan secara sinergis. Dengan demikian, SEKUTER tidak berjalan sendiri, tetapi memperkuat gerakan yang sudah ada dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis kesehatan komplementer.

03

Family Centered Care (WHO & UNICEF)

Keluarga sebagai partner utama layanan kesehatan

Dalam praktiknya, SEKUTER mengimplementasikan pendekatan ini dengan menjadikan keluarga sebagai pusat dari setiap intervensi. SEKUTER bekerja sama dengan tenaga kesehatan (bidan, perawat, dokter), fasilitas kesehatan, serta institusi pendidikan untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Aplikasi nyatanya terlihat dalam kegiatan seperti assessment keluarga sebelum intervensi, penyusunan program berdasarkan masalah spesifik keluarga, serta pelibatan aktif keluarga dalam setiap proses pengambilan keputusan. Misalnya, dalam pendampingan kasus stunting atau penyakit kronis, keluarga tidak hanya menerima edukasi, tetapi juga dilibatkan dalam perencanaan pola makan, perawatan, hingga evaluasi. Pendekatan ini meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan intervensi secara signifikan.

04

Kelompok Support TB / HIV Community

Peer support kuat | Pendampingan intens

SEKUTER mengadaptasi model ini dengan membentuk kelompok dukungan berbasis komunitas yang melibatkan individu dengan pengalaman serupa. Dalam pelaksanaannya, SEKUTER dapat bekerja sama dengan puskesmas, program TB/HIV, serta LSM kesehatan untuk menjangkau keluarga yang membutuhkan pendampingan.

Secara aplikatif, SEKUTER membentuk support group keluarga (misalnya untuk TB, diabetes, atau ibu menyusui) yang rutin bertemu untuk berbagi pengalaman, memberikan motivasi, dan saling mendukung. Selain itu, dilakukan pendampingan intens melalui kader atau relawan yang memantau kondisi keluarga secara berkala. Pendekatan peer support ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan, mengurangi stigma, serta memperkuat kesehatan mental keluarga.

05

Community Health Worker Model (CHW – Global)

Relawan lokal dilatih | Fokus edukasi & pendampingan

SEKUTER mengimplementasikan model ini dengan merekrut dan melatih kader lokal atau relawan komunitas sebagai ujung tombak program. Kolaborasi dilakukan dengan institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan pemerintah setempat untuk memastikan kualitas pelatihan dan keberlanjutan program.

Dalam praktiknya, kader SEKUTER diberikan pelatihan terkait edukasi kesehatan, komunikasi efektif, serta teknik pendampingan keluarga. Mereka kemudian bertugas melakukan home visit, edukasi kelompok kecil, serta monitoring perubahan perilaku keluarga. Karena berasal dari lingkungan yang sama, kader memiliki kedekatan sosial yang memudahkan proses pendekatan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program.

06

Blue Zones Project (Global)

Komunitas berbasis gaya hidup sehat

SEKUTER mengadopsi konsep ini dengan membangun budaya hidup sehat berbasis keluarga dan komunitas melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, seperti komunitas olahraga, tokoh masyarakat, sekolah, dan pelaku UMKM lokal.

Aplikasi nyatanya dilakukan melalui kegiatan seperti senam keluarga, kampanye makan sehat, pengembangan lingkungan ramah kesehatan, serta aktivitas sosial yang memperkuat hubungan antar warga. SEKUTER juga mendorong perubahan kecil namun konsisten dalam gaya hidup keluarga, seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan manajemen stres. Dengan pendekatan ini, kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi menjadi bagian dari budaya komunitas.